Tampilkan postingan dengan label Perjuangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perjuangan. Tampilkan semua postingan
0

TERLUPA

Selasa, 04 November 2014

TERLUPA

disaat kita tertimpa masalah
yg selalu teringat hanya 5w 1h

2

3 Bocah Ajaib yang Menggemparkan Dunia Islam

Sabtu, 08 Juni 2013





“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya” (QS. Al Hijr : 9).

Diantara cara Allah memelihara Al Qur’an adalah Dia memudahkan kitab suci dihafal oleh orang-orang yang dikehendakiNya. Diantara sekian banyak penghafal Qur’an, ada 3 bocah ajaib yang cukup menggemparkan dunia Islam di era modern ini.

1. Husein Tabattaba'i

Bocah ini berasal dari Iran. Selain hafal Qur'an, ia juga bisa menjelaskan isi Al Qur'an dalam bahasa Persi. Kecanggihan lainnya, ia bisa dengan mudah mencari surat apa ayat berapa ketika ditanya tentang Al Qur'an, layaknya search engine. Ia pun disebut-sebut sebagai mukjizat abad XX.

Pada Februari 1998, Husein Tabataba’i yang saat itu berusia 7 tahun menerima gelar doktor (honoris causa) dari Hijaz Colledge Islamic University di Inggris, setelah ia lulus ujian doktoral di sana dengan nilai 93 dalam bidang Science of The Retention of Holy Quran.
2. Syarifuddin Khalifah

Bocah ini disebut sebagai mukjizat dari Afrika. Mengapa? karena Ia hafal Qur'an pada usia 1,5 tahun. Padahal orangtuanya adalah katolik. Selain itu, bocah dari Tanzania ini berhasil mengislamkan ribuan orang dalam usia 5 tahun.

Jika Husein Tabattaba’i hafal Qur’an karena “diprogram” sejak dini melalui pendidikan keluarga dan pendidikan Islam, Syarifuddin Khalifah hafal Qur’an secara misterius. Saat bayi lain baru belajar satu suku kata seperti menyebut panggilan “Ma” atau “Pa”, ia sudah melafalkan ayat Al-Qur’an. Sebelumnya, bayi Syarifuddin Khalifah sudah bisa berkata menolak dibaptis ketika ia dibawa ke gereja. Keislaman Syarifuddin Khalifah dan keajaiban-keajaibannya kemudian membawa kedua orangtuanya merengkuh hidayah. Keduanya pun masuk Islam.

Masa-masa menggemparkan terjadi setelah itu. Ketika bocah ajaib ini berkeliling mendakwahkan Islam. Kemampuan orasinya yang didasari pada hafalan Qur’an, ditambah dengan hafal Alkitab dan paham sejumlah agama dan keyakinan penduduk Afrika membuat mereka takjub. Tidak sedikit kemudian orang yang mendapatkan hidayah melalui dakwah bocah ajaib itu.
3. Rukkayatu Fatahu Umar

Jika dua bocah sebelumnya adalah laki-laki, bocah muslim ajaib ketiga ini perempuan. Ia berasal dari Nigeria. Pada usia 3 tahun ia telah hafal seluruh Al Qur'an. Ia lulus ujian para ulama pada 24 Januari 2013 kemarin, saat wisuda sekolah Syekh Dhahiru. Sebelumnya, orang-orang di wilayah Baauchi penasaran dengan cerita gadis tiga tahun yang hafal Al Qur’an. Akhirnya rasa penasaran mereka terjawab setelah menyaksikan kemampuan Rukkayatu Fatahu Umar pada acara wisuda tersebut.

Rukkayatu mulai menghafal saat berkunjung ke sekolah bersama ibunya yang seorang guru. Di sana ia mendengar dan menirukan siswa kelas hafalan. Lebih jelas tentang Rukkayatu bisa dibaca
0

Menjaga semangat Dakwah

Senin, 11 Maret 2013

Menjaga semangat Dakwah

Da’wah atau menyeru kepada Allah swt merupakan sebuah 
 kewajiban berdasarkan firman Allah swt :

ادْعُ إِلِى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ


Artinya : “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (QS. An Nahl : 125

0

Kenangan Pilu #3Maret1924 Bakal Berakhir!

Rabu, 06 Maret 2013
Sesungguhnya para pejuang tidak akan ...melupakan ayat-ayat Allah tatkala, Allah SWT berfirman;

“Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran) dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebahagian kamu dijadikanNya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim” [TQS Ali Imran (3):140].